Gelisah



Ilustrasi: (Dok.Net)


Karena hukum adalah perjudian manusia
Mereka mencabik-cabik hukum dengan kekuasaan
Dengan kekayaan dan popularitas
Karena begitu di negeriku

 Orang-orang berdalih kiri, dikebiri
Orang-orang berpoligami, didemontrasi
Orang-orang berdiskusi, dibubarkan
Orang-orang berbaju palu arit, dihukum mati
Padahal semua itu demi kemaslahatan negeri
Kecuali poligami, itu untuk kemaslahatan mereka sendiri 

Tapi, hukum di negeriku begini
Menganggap benar apa yang media kabarkan
Padahal, media adalah aset politik
Media dikendalikan oleh politik

Dan, hukum di negeriku begini
 Lari-lari mencari pelaku bom Sarinah
 Lari-lari mencari teroris
Lari-lari mencari pelaku pemerkosa Yuyun
Lari-lari mencari pemungut ilmu Karl Marx
Lari-lari mencari pengedar narkoba
Lari-lari mencari muncikari

Kenapa kamu lari-lari?
Nanti gerah
Kenapa tak kau cari pembuat bom Sarinah, eh Thamrin
Kenapa tak kau cari juga pembuat tuak, pembuat video porno
Kenapa tak kau cari juga gurunya Karl Marx
Kenapa kau bakar ladang ganja, sedang asapnya menuju hidungmu
Lalu, kau lari-lari mencari muncikari untuk apa?

Arrrrggggggghhhhhh!!!

Lantas, mengapa kau tak lari-lari saja di gedung yang megah itu?
Lari-lari menggeledah jas, peci, sepatu, dasi, dan semuanya?
Kenapa tidak?

Aku sedang tidak menghina negeri ini
Aku hanya kasihan pada mereka
Yang tergopoh-gopoh melawan penjajah
Berabad-abad

Tapi, di negeriku begini
Pemilik kekuasaan dan banyak uang
Mudah sekali keluar bui

Semuanya, dengarkanlah
Aku gelisah Memikirkan rumah sendiri
Jika ini kubuka semua
Akan menjadi beribu-ribu halaman puisi
Tapi aku terlanjur gelisah
Geli dan resah

Bandung, Mei 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram