Kehormatanku (Malam), Ukulele

Ilustrasi: (Dok.Net)

Untuk Halim Algyyas
/1/
Yang terhormat, malam
Maaf aku sedikit berbeda, padamu
Karena tiba-tiba saja angin itu meneriakiku dengan kata-kata anjing yang lidahnya menjulur dan babi yang
hidungnya terus mengeluarkan lendir

Lalu awan-awan di ketinggian tiba-tiba batuk dan mengeluarkan dahak yang sangat kental
Bebatuan bersembunyi di geraham tebing bukit yang hipotermia dalam semedinya
Sedangkan pepohonan tiba-tiba saja bermata sayu di ujung diksi sajak ini.
/2/
Bung! Tidakkah ruhku tertawa?
Tatkala mataku kosong melolong
Meratapi perempuan-perempuan yang bergoyang
Menyaksikan perempuan-perempuan imitasi cleopatra
/3/
Ah, persetan!
Di rambutku banyak kutu
Kutu-kutu kurus
Kutu-kutu miskin
Kutu-kutu montok
Kutu-kutu kaya

Ah, persetan
Di kepalaku ada kamu
Kutu-kupret!!!
/4/
Yang terkasih, malam
Maaf aku sedikit lucu saat ini

Yang tercinta, malam
Maaf aku ingin menertawai mereka
Yang baham-bahamnya bau vodka
Yang sedang membayangkan buah dada

Yang tersayang, malam
Maaf aku ingin tertawa
Hahahaha
Hey kau yang bersorban!
Jidatmu sudah hitam
Tapi hobimu mengancam
Mengoplos anjing dengan kalimat thayyibah

Hey malam!
Maaf aku sedikit anjing malam ini
Bibir hitamku memang keji
Memikirkan Mei
Bulan yang berontak
Dan memikirkan kamu
Yang bergelantungan dijidatku
/5/
Bung! Tidakkah mereka menertawaiku
Melihatku seperti ukulele

Kecil, hitam, dan bersuara cempreng
Entahlah, yang penting aku mengucap sepotong rahasia
Adalah, selamat malam
Selamat malam
Selamat rindu
Selamat mengenang
Dadaaaaah

Bandung, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram