Demam Rindu


Ilustrasi: (Dok.Net)


Berkiblat kepada dada Tuhan, di malam yang berdenyut, di darah yang tak kunjung hanyut.
Akhlak hakiki pada puisi berdasar pada tauhid kesusastraan. Hati adalah sohib kata-kata yang akan menyusunnya menjadi untaian-untaian kalimat yang bersandar pada dirinya, pada Tuhannya, dan pada yang diinginkannya.

Lantas, saat ini aku sangat menggebu-gebu kepadamu, pada kata-kata yang kau balut dengan lelehan-lelehan air mata hujan. Dan pada malam yang kau hidupkan di rindu-rindu yang mati karena demam.

Bandung, Mei 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram