Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: dok.net |
Kata-kata itu jatuh berdebum
Menyeret leherku ke Jahannam
Menginjak-injak tinja yang bercampur api
Hangit!!!!
Saat itu aku seperti Fajar Merah
Yang ditinggal Wiji Thukul
Meraung-raung tiada yang mendengar
Berpuisi tiada yang mengerti
Dendam itu terus berderak
Menyuruhku 'tuk membalas
Atau terus bersembunyi seperti nira di balik lodong
Tidak pernah hengkang
Mila,
Cicalengka,
2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar