PAGI

Ilustrasi: (dok.net)

Aku tidak ingin ada bara di diamnya kita,
Aku tidak mengerti mengapa engkau semurni ini
Menyentuhku lewat kata-kata
Menyuruhku untuk bersua

Ada banyak dia di hidupku
Lalu mengapa aku hidup di antara mereka?
Mengharap punggung, menanti pertemuan
Dan masih menyimpan kopi
Yang telah kubungkus, Sabtu lalu

Sedang aku hanya dedebuan 
Yang berair mata
Tatkala dia dari banyak dia
Menyebabkanku menjadi takut
Menjadi ciut, 
Karena kata-katanya, begitu menikamku

Tetapi masih ada Dia
Yang membuatku tentram
Agar aku menjadi seteguh langit
Membiarkan dua dia tetap begitu
Dan satu dia kurengkuh di dalam doa

Pagi ini, semoga angin menyampaikan rinduku

Sekian,
Mila, 
Cicalengka, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram