Reading
Add Comment
![]() |
| Foto: Dialektika Kata |
Hap! Aku menangkap matamu terlunta-lunta, menyembunyikan kunyuk-kunyuk yang akan meninjuku.
Kini awan-awan semakin bantat dan gosong. Apalagi melihatku tersenyum seperti ini. Mungkin saja dia ingin memuntahkan hujan ke kupingku.
Paru-paruku telah mengering, sama saja ketika engkau meremas dedauan kering yang berjatuhan. Suaranya terdengar nyaring dan di ujung kenyaringan itu ada suara 'ngik', sesak.
Hap! Aku menangkap matamu seolah-olah ingin kau sembunyikan pupilnya.
Oh hai! Lihatlah, tengok sebentar.
Aku rindu, pulihkan.
Mila, 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar